Moon Cake/ Kue Bulan (月餅 re:yuè bǐng)

Cerita tentang kue bulan dan cara membuat kue bulan dapat dilihat pada tautan berikut: https://youtu.be/dn-3YG-LbcA

Setiap tahun pada tanggal 15 bulan 8 kalender Imlek (Lunar calendar) dirayakan festival kue bulan (中秋节 re: Zhōng qiū jié ). Pada hari itulah bulan paling bulat dan terang sepanjang tahun, karena pada hari itu jarak bulan paling dekat dengan bumi.

Pada Festival Kue Bulan yang dirayakan pada pertengahan musim gugur, seluruh anggota keluarga dan teman berkumpul untuk makan malam bersama dibawah cahaya bulan terang sambil menikmati kue bulan.Kue bulan tradisional pada dasarnya berbentuk bulat, melambangkan kebulatan dan keutuhan. Kisah asal-usul kue bulan memiliki beragam versi, dan semuanya berlangsung pada saat bulan-bulan pertengahan musim gugur.

db-mooncake-2013
Moon Cake

Versi yang paling populer bercerita tentang seorang perempuan yang tinggal di bulan. Dahulu kala, terdapat sepuluh matahari di bumi, kekeringan terjadi di mana-mana dan cuaca menjadi sangat panas. Seorang kaisar bernama Kaisar Yao meminta seorang pemanah terkenal bernama Hou Yi untuk memanah jatuh sembilan matahari yang lain. Setelah sang pemanah berhasil, Dewi Surga Barat memberikan Hou Yi sebuah pil keabadian. Sewaktu Hou Yi sedang pergi, istrinya yang bernama Chang Er mencium bau yang begitu wangi dari sudut ruangan yaitu bau dari pil keabadian pemberian Dewi Surga Barat. Kemudian Chang Er menelan pil itu dan kemudian ia dapat terbang jauh ke bulan. Ketika tiba di bulan, pil yang sudah ditelannya termuntahkan keluar dan langsung berubah menjadi kelinci giok. Chang Er tidak pernah kembali lagi ke bumi. Hingga terjadi suatu keajaiban  yaitu munculnya jembatan bulan pada malam hari, setahun sekali yaitu pada bulan kedelapan lunar calendar. Jembatan itu menghubungkan Bulan dan Bumi. Selama malam itu Chang Oh dan Hou Yi kembali bersama untuk waktu yang singkat akan kebahagiaan. Kisah-kisah legenda mengatakan bahwa kecantikan Chang Er terlihat paling indah pada masa Festival Pertengahan Musim Gugur sewaktu bulan dalam keadaan paling penuh dan paling terang. 

Versi lain dari festival kue bulan adalah festival yang dirayakan oleh keluarga petani pada pertengahan musim gugur dimana mereka meminta kepada Dewa Bumi agar diberi musim dan panen yang baik. Perayaan ini dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun Dewa Bumi. Di akhir masa panen, yaitu sekitar pertengahan bulan ke-8, para petani akan melakukan pemujaan kepada para Dewa yang telah memberikan hasil panen yang berlimpah. Pemujaan tersebut berupa rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada para Dewa. Para keluarga petani menunjukkan rasa terima kasih atas hasil yang diperoleh mereka pada Dewa Bumi dan Tuhan yang dilambangkan dengan bulan. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s